5 Faktor Penyebab BTR RA Tidak Bisa Juara 1 Di PMGC Regular League

Hasil gambar untuk PMGC Regular League

PUBG Mobile Global Championship (PMGC) season zero telah menutup perjalanannya di tahun 2020 ini dimana selama 1 bulan sejak bulan November hingga Desember ajang terbesar bagi game PUBG Mobile tersebut telah menyelesaikan seluruh pertandingan di regular season. Sebanyak 24 tim dari berbagai Negara di dunia mengikuti turnamen ini termasuk 2 wakil Indonesia yaitu Bigetron Red Aliens dan Aerowolf Limax. Keduanya telah berjuang dengan keras mulai dari minggu ke-1 sampai minggu ke-4 demi lolos ke super weekend dan mendapatkan tiket masuk Grand Finals PMGC 2020.

Selama 4 minggu berlangsungya liga regular Bigetron RA selalu berhasil masuk ke super weekend, sedangkan Aerowolf Limax hanya berhasil mengikuti 2 kali yaitu pada minggu ke-1 dan minggu terakhir. Dominasi Bigetron RA selama super weekend sangatlah jauh hingga minggu ke-3 Zuxxy dan kawan-kawan menduduki peringkat 1 dimana peringkat 1 tersebut akan mendapatkan hadiah sebesar USD 300.000. Berbanding terbalik dengan Aerowolf Limax yang telah tertinggal 2 super weekend.

Mereka perlu berjuang mati-matian di minggu terakhir untuk lolos ke grand finals. Pertandingan super weekend terakhir yang telah berlangsung selama 3 hari pada tanggal 18-20 Desember telah selesai dan sudah mendapatkan sang juara liga. Sayangnya yang menjuarai liga bukan dari salah satu perwakilan Indonesia. Bigetron RA yang mendominasi penuh selama 3 minggu berturut-turut harus rela tahta peringkat 1 nya diambil alih oleh tim dari China yaitu Four Angry Man. Keadaan tersebut membuat para fans terkejut dan sangat menyayangkan hasilnya.

Sebenarnya hasil tersebut sangat wajar karena seperti yang bisa dilihat pada super weekend kemarin performa Bigetron RA berada dibawah performa terbaik mereka tidak seperti pada minggu-minggu sebelumnya. Lalu, apa penyebab dari gagalnya Bigetron RA untuk mendapatkan gelar juara liga PMGC 2020? Simak pembahasannya dibawah ini:

1. Zona Tidak Menguntungkan

Faktor utama yang menyebabkan Bigetron Red Aliens ini tidak mendapatkan juara liga yaitu karna zona selama pertandingan di minggu terakhir tidaklah menguntungkan. Seperti yang kita ketahui game PUBG Mobile ini kesempatan untuk dapat WWCD sangatlah besar jika tim bisa menguasai zona. Hal tersebut yang tidak didapatkan oleh Bigetron RA kemarin, mereka selalu dibuat pusing oleh perpindahan zona yang tidak menentu. Salah menebak zona menjadi permasalahannya bahkan tidak jarang kita lihat pemain Bigetron ini selalu berada di blue zone.

2. Rotasi Selalu Terpotong

Selain dari zona yang tidak bagus alasan lainnya yaitu rotasi tim Bigetron kerap dipotong oleh tim lain. Hampir di setiap map yang dimainkan dan saat perpindahan zona, tim Bigetron selalu bertemu dengan tim lain ketika hendak rotasi. Hal ini yang membuat Bigetron sering hilang beberapa pemainnya saat rotasi bahkan bukan hanya beberapa, melainkan satu tim yang harus dipulangkan. Memang rotasi sangatlah bergantung pada zona dan juga tempat. Tempat yang bagus tentunya terdapat banyak tim dan perang antar tim pastinya tidak bisa dihindari sekalipun tim-tim yang perang berasal dari Negara yang sama.

3. Sering Terlibat Perang Lebih Dari 1 Tim

Berada di posisi yang bagus tidak menjamin tim ini bisa melaju hingga zona akhir. Bisa dilihat pada pertandingan yang lalu posisi Bigetron RA ini selalu diantara beberapa tim. Saat mereka mendapatkan posisi yang baik untuk menembak musuh didepan pasti selalu ada musuh yang lain disekitar mereka. Sehingga membuat posisi yang awalnya bagus menjadi terjepit. Keadaan seperti ini yang membuat bingung antara menunggu atau lawan. Karna kedua pilihan tersebut memiliki resikonya masing-masing.

4. Masalah Komunikasi

Tidak bisa dihindari dalam sebuah tim apalagi pada turnamen besar pasti terdapat sebuah miss komunikasi yang terjalin saat game berlangsung. Bagi Bigetron sekalipun yang pernah mendapatkan gelar juara dunia pasti selalu ada moment dimana komunikasi tidak berjalan dengan lancar. Emosi dari masing-masing pemain yang terjadi saat itu mungkin sedikit-banyak memengaruhi alur dari permainan mereka. Meskipun bagi mereka itu adalah hal wajar, akan tetapi tetap terlihat bagaimana cara mereka bermain tidak seperti biasanya.

5. Pikiran Yang Jenuh

Yang terakhir penyebab Bigetron Red Aliens tidak bisa menduduki peringkat 1 di regular season mungkin karena pikiran mereka yang sedang jenuh. Bagi sebagian tim lain mungkin alasan seperti ini tidak masuk akal, sebab merekapun merasakan hal yang sama. Akan tetapi, berbeda dengan Bigetron seperti yang kita ketahui para pemain Bigetron masih muda. Jiwa mereka yang biasanya sering menghabiskan waktu diluar rumah untuk refreshing, saat ini tidak bisa mereka lakukan karna ada pandemic.

Pada saat pemain Bigetron sedang liburan dan melakukan tim bounding sepulangnya mereka dan bermain di turnamen. Permainannya kembali meningkat bahkan terus melewati tim-tim lain. Hal-hal diatas mungkin saja menjadi faktor yang menyebabkan Bigetron RA tidak bisa menjuarai liga PMGC 2020. Namun, bukan berarti mereka kalah dan perjuangan berakhir karna masih ada kesempatan untuk juara yang sebenarnya di grand finals PMGC 2020 yang diselenggarakan di Dubai pada bulan Januari tahun 2021.

Selain itu, Aerowolf Limax juga berhasil dengan kerja kerasnya untuk masuk ke grand finals menemani Bigetron yang akan berjuang bersama nanti. Semoga salah satu dari kedua wakil Indonesia tersebut bisa membawa pulang piala PUBG Mobile Global Championship Season Zero untuk pertama kali ke tanah air. Baca artikel lainnya mengenai lowongan kerja CV lamaran terbaru.